Pendidikan

Program MBG Diuji, GEKIRA Dumai Temukan Bukti Nyata di SD Victory

Foto : Pengurus PC GEKIRA di SD Victory Dumai

DUMAI – Di saat sebagian pihak masih meragukan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), fakta di lapangan justru berbicara lantang. Harapan itu nyata. Dampaknya terasa. Dan bagi sebagian anak bangsa, program ini bukan sekadar kebijakan, melainkan penyambung masa depan.

Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) yang berdiri sejak 18 November 2008, kembali menegaskan komitmennya dalam menyerap dan menyuarakan aspirasi umat Kristiani di Indonesia. Organisasi ini digagas oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Dewan Pembina, dengan Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Lebih dari sekadar organisasi, GEKIRA hadir sebagai jembatan harapan menguatkan suara umat Protestan dan Katolik, sekaligus memastikan kesetaraan di tengah keberagaman bangsa.

Pada Senin (30/3/2026), Pimpinan Cabang GEKIRA Kota Dumai turun langsung ke lapangan. Mereka mengunjungi SD Victory di Jalan Sikumana, menyaksikan sendiri bagaimana program MBG bekerja di tengah realitas kehidupan masyarakat.

Rombongan dipimpin oleh Ketua PC GEKIRA Dumai, Monang Maradongan Simanungkalit, S.Sos, didampingi jajaran pengurus. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Pembina sekolah, Ny. Simamora br. Simanjuntak, seorang pendeta dari Gereja GBI Sikumana bersama Kepala Sekolah SD Victory Dumai.

Namun, yang mereka temukan di sana jauh lebih dari sekadar kunjungan formal.

Di balik ruang-ruang kelas sederhana, tersimpan kisah tentang anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kini bisa tersenyum lebih lebar. Program MBG menjadi penopang nyata, memberi asupan gizi yang selama ini tak selalu mereka dapatkan. 

“Kami sangat bersyukur dengan program Bapak Presiden Prabowo, yaitu MBG. Ini sangat membantu anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi,” ungkap pihak sekolah dengan penuh haru.

Fakta yang terungkap semakin menyentuh, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Bahkan, pihak sekolah harus memberikan keringanan hingga pembebasan biaya pendidikan demi memastikan mereka tetap bisa belajar.

Di tengah kondisi itu, MBG hadir bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai kebutuhan mendasar.

 “Program ini bukan hanya membantu, tapi juga memacu kecerdasan anak-anak. Banyak yang bilang program ini tidak bermanfaat ittu keliru, bahkan cenderung egois. Masih banyak anak bangsa yang sangat membutuhkan,” tegas pihak sekolah.

Pernyataan ini menjadi tamparan bagi narasi yang meragukan. Di ruang-ruang sederhana seperti SD Victory Dumai program ini justru menjadi bukti nyata keberpihakan negara.

Ketua PC GEKIRA Dumai, Monang Maradongan, menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar program ini tetap tept sasaran.

“Jika ada makanan yang kurang baik atau tidak sesuai, segera laporkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini harus dijaga kualitasnya,” ujarnya.

Kunjungan tersebut ditutup dengan harapan yang sederhana namun penuh makna, agar program Makan Bergizi Gratis terus berjalan, diperbaiki dan diperluas menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang membutuhkan.

Di tengah keraguan, suara dari SD Victory Dumai Riau menjadi pengingat, Bahwa kebijakan terbaik bukan yang paling banyak dibicarakan, tetapi yang paling nyata dirasakan.

Dan di sana, di antara anak-anak yang dulu kekurangan, harapan itu kini tumbuh pelan, tapi pasti. (*)



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan