Keributan Tokoh Pemuda Riau Viral, Dhery Minta LAM dan Polisi Bertindak Tegas
JAKARTA — Video keributan yang melibatkan tokoh Riau, H. Suparman dengan Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kota Pekanbaru, Iwan Pasha viral di media sosial dan memicu perhatian luas masyarakat.
H. Suparman dikenal sebagai sosok yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Riau, mulai dari Bupati Rokan Hulu, Ketua DPRD Riau, Ketua Karang Taruna Riau hingga Ketua KNPI Riau.
Peristiwa yang disebut terjadi di salah satu kedai kopi di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru itu memperlihatkan suasana memanas hingga nyaris terjadi kontak fisik antara kedua pihak.
Dalam video yang beredar luas, Iwan Pasha tampak terlibat adu mulut dengan Suparman. Ketegangan di lokasi sempat memancing perhatian pengunjung sebelum beberapa orang mencoba melerai. H. Taufik Tambusai yang berupaya menenangkan situasi juga terlihat mendapat respons keras di tengah keributan tersebut.
Video itu kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam reaksi publik. Bahkan, polemik yang berkembang dinilai mulai mengarah pada narasi bernuansa rasial yang dikhawatirkan dapat memicu gejolak sosial di tengah masyarakat Riau.
Koordinator Pemuda Riau Jakarta, Dhery Perdana Nugraha, meminta Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dan pihak Kepolisian segera mengambil langkah tegas agar persoalan tersebut tidak semakin melebar.
Menurut Dhery, insiden itu tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan pribadi semata karena kedua pihak merupakan tokoh masyarakat dan tokoh organisasi pemuda yang memiliki pengaruh di Riau.
“Permasalahan ini sudah terlihat mulai digiring ke ranah rasis. Ini sangat berbahaya dan berisiko memicu gejolak sosial di Riau jika tidak segera disikapi secara tegas dan bijaksana,” tegas Dhery.
Ia menilai LAM Riau memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah dan persatuan masyarakat Melayu Riau, sementara aparat Kepolisian diharapkan dapat bertindak cepat guna mencegah meluasnya ketegangan, baik di ruang publik maupun media sosial.
“Kedua pihak adalah tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi di Riau. Karena itu, semua pihak harus menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan. Kondusifitas bumi Lancang Kuning harus tetap dijaga bersama,” lanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iwan Pasha maupun H. Suparman terkait insiden yang viral tersebut.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar