Wan Ade : Saatnya Dumai Dilibatkan dalam Kebijakan Besar Sawit Nasional
DUMAI — Wacana besar Presiden Prabowo untuk menjadikan ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui satu pintu yang dikelola BUMN mendapat dukungan kuat dari berbagai kalangan didaerah. Salah satunya datang dari Wakil masyarakat sekaligus Tenaga Ahli BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) PT. Pembangunan Dumai, Wan Ade Syahputra.
Menurut Wan Ade, kebijakan tersebut bukan sekadar pengaturan tata niaga ekspor sawit, melainkan langkah besar dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan mempertegas kendali negara terhadap salah satu komoditas strategis Indonesia.
Namun di balik dukungan itu, Wan Ade menyuarakan harapan besar masyarakat daerah agar pemerintah pusat tidak melupakan peran daerah penghasil. Ia menilai Kota Dumai yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dan pelabuhan ekspor CPO terbesar di Provinsi Riau harus diberikan ruang dalam kebijakan nasional tersebut.
“Dumai bukan sekadar kota pelabuhan. Kota ini hidup dari denyut industri sawit nasional. Karena itu, kami berharap Presiden Prabowo juga melibatkan BUMD daerah dalam sistem pengelolaan ekspor CPO satu pintu,” tegas Wan Ade Syahputra.
Ia menilai, keterlibatan BUMD seperti PT. Pembangunan Dumai akan menjadi titik penting agar manfaat industri sawit tidak hanya berputar di pusat, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat daerah.
Menurutnya, jika daerah diberi peran strategis, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukaan lapangan kerja baru, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal yang selama ini berada di garis terdepan industri sawit.
“Jangan sampai daerah hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Dumai memiliki pelabuhan, industri pengolahan, dan posisi strategis yang sudah dikenal dunia internasional. Sudah seharusnya daerah ikut menjadi bagian dari kekuatan ekonomi nasional,” ujarnya.
Wan Ade juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, BUMN dan BUMD dapat menjadi tonggak baru dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah.
Di tengah besarnya potensi sawit Indonesia, ia berharap kebijakan ekspor satu pintu tidak hanya menjadi simbol penguatan negara, tetapi juga menjadi jalan baru bagi daerah untuk tumbuh bersama dan merasakan manfaat nyata dari kekayaan alam yang selama ini mereka jaga dan hasilkan.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar