News

Excavator Perkebunan Melintas Jalan Umum, Warga Buana Makmur Protes

SIAK - Sejumlah warga Kampung Buana Makmur menyoroti kondisi jalan aspal yang diduga mengalami kerusakan akibat dilalui alat berat jenis excavator. Jalan tersebut merupakan akses masyarakat dari Kampung Buana Makmur menuju arah SP 10, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, excavator tersebut diketahui sedang melakukan pekerjaan pembersihan parit di salah satu perkebunan kelapa sawit. Perkebunan tersebut, menurut keterangan warga, disebut milik seseorang berinisial U.

Aktivitas mobilisasi alat berat menggunakan jalan umum itu menuai kritik dari sejumlah warga Kampung Buana Makmur. Warga menilai penggunaan jalan aspal untuk dilalui excavator demi kepentingan pekerjaan perkebunan berpotensi menimbulkan dampak terhadap fasilitas umum.

Sejumlah warga menyebut, terdapat bekas tapak atau rantai alat berat pada beberapa bagian jalan aspal yang dilalui excavator tersebut. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap aktivitas alat berat tersebut.

“Jalan sudah bagus diaspal, tapi malah dilewati alat berat. Hancurlah aspal ini. Pemerintah susah payah membangunnya, malah dirusak untuk kepentingan pribadi. Alat berat itu sedang bekerja di lahan perkebunan. Seharusnya dampak terhadap jalan juga dipikirkan,” ujar warga kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, mereka berharap penggunaan jalan umum oleh alat berat dapat memperhatikan kondisi serta ketahanan jalan.

Warga juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas excavator tersebut untuk memperhatikan kondisi jalan dan bertanggung jawab apabila nantinya terbukti terdapat kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mobilisasi alat berat.

Sementara itu, operator excavator saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya hanya menjalankan pekerjaan sesuai arahan dari pihak yang mempekerjakannya.

“Saya hanya kerja di sini, Bang. Jadi saya hanya mengikuti perintah pemilik kebun saja,” ujar operator alat berat.

Warga berharap pemerintah kampung, kecamatan, maupun instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi jalan serta menelusuri penyebab kerusakan yang dikeluhkan masyarakat.

Masyarakat juga meminta agar penggunaan fasilitas jalan umum oleh kendaraan maupun alat berat tetap memperhatikan aturan dan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik perkebunan yang disebut warga maupun instansi terkait mengenai dugaan kerusakan jalan tersebut.

Warga berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian agar fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tetap terjaga dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan. (fin)



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan