Letkol (Purn) Petrus Sunyoto, Legenda Kopassus yang Dikenang hingga Akhir Hayat
DUMAI — Letkol TNI (Purn) Petrus Sunyoto adalah sosok prajurit sejati Tentara Nasional Indonesia dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang seluruh hidupnya diabdikan untuk menjaga kehormatan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dikenal luas sebagai prajurit berkarakter baja, Petrus Sunyoto memiliki reputasi kuat di bidang kontra-terorisme, disiplin tanpa kompromi, serta keberanian yang lahir dari kesetiaan mutlak kepada Merah Putih. Dedikasi dan prestasinya menjadikannya salah satu figur legendaris Kopassus yang dihormati lintas generasi.
Atas pengabdian tersebut, negara memberikan penghargaan “Prajurit Terberani” dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menerima berbagai piagam penghargaan internasional atas perannya dalam pengembangan kapasitas dan pelatihan pasukan khusus, membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
Namun, kebesaran Letkol (Purn) Petrus Sunyoto tidak hanya terukir dalam catatan operasi dan prestasi militer. Keteladanan pribadinya justru paling membekas di hati mereka yang pernah berjalan bersama. Salah satunya Andi Irwandi, yang mulai mengenal almarhum sejak akhir 2010.
“Beliau sosok yang rendah hati, ramah, namun sangat tegas dalam prinsip. Jiwa patriot dan prajurit sejati benar-benar terpancar,” tutur Andi.
Memasuki masa purnatugas, api pengabdian Petrus Sunyoto tidak pernah padam. Ia tetap berdiri di barisan rakyat, berjuang dengan caranya sendiri demi masa depan bangsa. Tanpa pamrih, ia terus menyuarakan pentingnya kepemimpinan nasional yang kuat demi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.!
Salam khas “Merah Putih”, diucapkan dengan suara serak namun penuh keteguhan, menjadi penanda sikap hidupnya. Salam itu bukan sekadar ucapan, melainkan sumpah batin seorang prajurit yang setia pada tanah air, selalu ia ucapkan di awal dan akhir setiap perjumpaan.
Dalam perjalanan panjang perjuangan kebangsaan tersebut, saya bersama pak Petrus dan rekan dari Daerah lainnya berkumpul di Jakarta. Hari berganti bulan dan tahun, kami berjalan bersama dengan Kapten TNI (Purn) Asaldin Gea yang akrab di panggil "Bang Gea", prajurit Kopassus yang pernah menjadi ajudan militer Pak Prabowo selama tujuh tahun, sampai 1998.
“Atas izin Allah, kami akhirnya dapat bertemu langsung dengan Pak Prabowo di Hambalang. Itu awal pertemuan saya dengan Pak Prabowo,” tutur Andi.
Dalam pertemuan tersebut, suasana kebangsaan terasa begitu kuat. Andi menyaksikan kehangatan Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto saat bertemu Letkol (Purn) Petrus. Pak Prabowo mengenang almarhum sebagai pelatih Kopassus yang legendaris, figur yang berperan besar dalam membentuk karakter prajurit pasukan khusus yang loyal, berani, dan berjiwa nasionalis.
Dari kisah-kisah pengabdian yang mengalir, Andi semakin memahami bahwa menjadi prajurit bukan sekadar soal senjata dan medan tempur, melainkan tentang kesetiaan tanpa syarat kepada bangsa dan negara.
Pada tahun 2014, Letkol TNI (Purn) Petrus Sunyoto wafat di Bengkulu. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Namun nilai-nilai perjuangan yang ia tanamkan tetap hidup, tentang loyalitas, keberanian, disiplin, dan cinta sejati kepada NKRI.
Letkol TNI (Purn) Petrus Sunyoto dikenang bukan hanya sebagai prajurit elite Kopassus, tetapi sebagai patriot sejati yang mengabdikan seluruh hidupnya demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Penulis : Andi Irwandi. Pemerhati isyu Kebangsaan.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar