Kampong Glam: Warisan Sejarah dan Pesona Budaya di Jantung Singapura
Penulis : Elmen Supandi
Kampong Glam adalah salah satu kawasan tertua dan paling bermakna secara budaya di Singapura. Terletak di kawasan pusat kota, kawasan ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bukti nyata keragaman dan sejarah panjang negara ini yang telah berjalan lebih dari enam ratus tahun. Nama "Kampong Glam" berasal dari gabungan kata Melayu: kampong yang berarti kampung, dan gelam yaitu sejenis pohon kayu yang pernah tumbuh subur di kawasan ini; kayunya digunakan untuk membuat perahu, sedangkan kulit kayunya untuk mewarnai kain.
Jejak Sejarah yang Panjang
Sejak zaman dahulu, Kampong Glam merupakan pusat perdagangan yang penting. Pada abad ke-14, kawasan ini menjadi bagian dari kerajaan kuno Singapura, sebelum kemudian berkembang menjadi pemukiman berbagai bangsa. Pada tahun 1824, saat Perjanjian Inggris-Melayu ditandatangani, Raffles menetapkan Kampong Glam sebagai kawasan pemukiman resmi bagi masyarakat Melayu, Arab, dan Bugis. Pada masa itu, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor-Riau, serta tempat berkumpulnya pedagang dari seluruh Nusantara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
Hingga hari ini, jejak sejarah tersebut masih terlihat jelas. Bangunan-bangunan lama yang dulunya berfungsi sebagai tempat berdagang, kediaman saudagar, dan pusat kegiatan masyarakat masih berdiri tegak, menyimpan kisah tentang masa kejayaan perdagangan maritim yang pernah melanda kawasan ini.
Keagungan Masjid Sultan
Simbol paling ikonik dari Kampong Glam adalah Masjid Sultan. Dibangun pada tahun 1824 atas perintah Sultan Hussain Shah, masjid ini telah mengalami pembangunan ulang dan perluasan pada awal abad ke-20. Dengan dua menara yang menjulang tinggi, kubah berwarna keemasan, serta arsitektur yang memadukan gaya Melayu, Islam, dan Eropa, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan lambang identitas masyarakat Islam di Singapura.
Masjid Sultan masih aktif digunakan untuk ibadah harian, acara keagamaan, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pengunjung dari berbagai latar belakang dipersilakan berkunjung, dengan panduan yang disediakan untuk memahami sejarah dan keunikan arsitekturnya.
Jalanan Penuh Warna dan Keunikan
Berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di Kampong Glam seperti Jalan Sultan, Jalan Haji Ali, dan yang paling terkenal Jalan Arab, Anda akan disambut oleh deretan bangunan ruko lama yang dicat dengan warna-warni cerah. Dulu jalan ini adalah pusat perdagangan kain, minyak wangi, dan barang-barang dari Timur Tengah. Kini semangat tersebut masih terjaga, namun telah berkembang menjadi tempat yang memadukan tradisi dan gaya hidup modern:
- Toko-toko kain tradisional masih menjual kain songket, batik, dan kain sutra yang indah.
- Terdapat toko minyak wangi yang menjual wewangian tradisional tanpa alkohol dan minyak wangi antik.
- Tersedia pula kafe yang menarik, toko buku, galeri seni, serta toko kerajinan tangan yang unik.
Di sudut lain, terdapat Museum Warisan Melayu yang terletak di bekas kediaman Kesultanan Johor-Riau. Museum ini menampilkan koleksi benda bersejarah, pakaian adat, dan pameran yang menceritakan sejarah serta perkembangan budaya Melayu di Singapura dan wilayah sekitarnya. Terdapat juga pusat warisan lainnya seperti Pusat Warisan Islam Singapura yang memperkenalkan peran masyarakat Islam dalam pembangunan negara ini.
Kelezatan Kuliner yang Menggugah Selera
Kampong Glam juga merupakan surga bagi para pecinta kuliner. Berbagai hidangan khas Melayu, Arab, dan Nusantara bisa ditemukan di sini:
- Nasi ambeng, nasi briyani, sate, lontong, dan murtabak yang dimasak dengan resep turun-temurun.
- Minuman dan pencuci mulut yang khas seperti teh jahe, air asam jawa, jajanan tradisional, serta kunafa.
- Banyak tempat makan yang telah beroperasi selama puluhan tahun, menjadi tujuan favorit warga lokal maupun wisatawan.
Kampong Glam Masa Kini
Meskipun telah melewati berbagai perubahan zaman, Kampong Glam tidak kehilangan jati dirinya. Kini kawasan ini menjadi tempat bertemunya generasi tua dan muda, tempat di mana tradisi dan kreativitas modern berjalan beriringan. Berbagai acara budaya digelar sepanjang tahun, seperti perayaan Hari Raya, pameran seni, hingga festival makanan yang semakin meramaikan suasana kawasan ini.
Bagi warga setempat, Kampong Glam adalah bagian dari identitas dan kenangan mereka. Bagi wisatawan, kawasan ini adalah jendela untuk melihat sisi lain dari Singapura—bukan hanya gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern, melainkan sebuah tempat yang bernyawa, kaya akan sejarah, dan selalu menyambut siapa saja dengan keramahan budayanya
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar