Kesehatan

BPBD Meranti Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Rumah di Selatpanjang

MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Gang Cempaka, Jalan Diponegoro, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, Senin (1/12/2025).

 

Adapun bantuan tersebut berupa pakaian, karpet, selimut, handuk, dan perlengkapan mandi. Bantuan ini merupakan bentuk tanggap darurat Pemkab Meranti terhadap musibah yang menimpa warga setempat.

 

Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan dasar sementara bagi keluarga yang terdampak.

 

"Kami menyampaikan perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami untuk meringankan beban korban," ujar Ardath.

 

Terlihat di lapangan Kabid kedaruratan dan logistik Ardath, S. IP, Sekretaris kelurahan kota Zaidi, SE RT. 01 kelurahan slp kota dan anggota satgas BPBD

 

Kehadiran Tim BPBD dan Sekretaris Kelurahan Kota Zaidi serta pihak RT maupun RW setempat ini memastikan bahwa penanganan darurat berjalan lancar dan bantuan dapat diterima langsung oleh yang berhak.

 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga unit rumah petak di Gang Cempaka, Jalan Diponegoro, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (29/11/2025) malam.

 

Peristiwa mencekam yang terjadi pada Sabtu (29/11/2025) sekira pukul 23.15 WIB itu menghebohkan masyarakat sekitar. Duka dan haru bercampur aduk, seorang lansia warga Tionghoa bernama Sute terpaksa menyelematkan diri berjalan dengan menggunakan tongkat keluar dari rumah karena kondisi kakinya yang sakit.

 

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kapolsek Tebingtinggi Iptu Daniel Bakara, membenarkan peristiwa kebakaran rumah tersebut. Ketiga rumah petak tersebut merupakan milik satu orang bernama Sukui, yang diketahui saat ini tinggal di Kota Batam.

 

"Dari tiga rumah itu, hanya satu rumah yang dihuni oleh warga bernama Sute yakni rumah di bagian tengah, sementara dua rumah di kiri dan kanannya kosong," ungkap Iptu Daniel Bakara, Minggu (30/11/2025).

 

Dijelaskan Iptu Bakara, menurut keterangan tetangga yang berada persis di depan lokasi, Samdi (46) dan Marlia (59), kobaran api pertama kali terlihat dari rumah tengah yang dihuni Sute. Mereka tak mengetahui pasti penyebabnya, namun dugaan kuat mengarah pada api dari lilin. Para tetangga menyebut, Sute kerap menyalakan lilin sebagai penerangan sebelum tidur.

 

"Rumah berbahan papan itu mudah sekali terbakar, membuat api cepat merambat ke sisi kanan dan kiri hingga melahap ketiga bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu," jelasnya.

 

Dalam peristiwa kebakaran itu, lanjut Bakara, pihak kepolisian, Damkar, dan masyarakat setempat saling bekerjasama membantu pemadaman serta mengevakuasi barang-barang yang masih mungkin diselamatkan. Sekira pukul 00.45 WIB api mulai berhasil dijinakkan namun pemadaman terus dilakukan hingga pukul 03.30 WIB sampai benar-benar padam.

 

"Setelah api berhasil dipadamkan, petugas memasang garis polisi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, total kerugian masih dalam proses penafsiran," pungkasnya. (red)

 



[Ikuti RiauTime.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan