Kapolres Meranti Ajak Warga Gogok Bersama Cegah Karhutla dan Jaga Pilkades Kondusif
MERANTI - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turun langsung menemui masyarakat melalui kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Berkah di Masjid Jami' Al Muawanah, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Jumat (28/8/2026).
Di hadapan para jemaah, Kapolres menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas, khususnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta menjaga situasi tetap aman menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti Kompol Ali Azhar, S.Sos., Kasat Binmas AKP Aguslan, S.H., Kasat Lantas AKP Sardianto, S.E., Kepala Desa Gogok, pengurus dan imam masjid, tokoh masyarakat serta personel Polres Kepulauan Meranti.
Gede Adi mengatakan, berdasarkan analisa kepolisian, kebakaran yang terjadi sejauh ini lebih banyak dipicu aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian.
"Penyebab kebakaran sejauh ini bukan alam tapi dari manusia itu sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja atau kecerobohan masyarakat yang beraktifitas di dalam kebun atau lahan," ujar Gede.
Ia juga mengingatkan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang dapat meningkatkan potensi Karhutla.
"Antisipasi bahwa elnino merupakan salah satu faktor keadaan atau cuaca yang harus kita antisipasi dan memuncak untuk 2 bulan kedepan sehingga diperlukan langkah langkah nyata dan segera serta dilakukan massive oleh seluruh lapisan dan elemen masyarakat," katanya.
Kapolres meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan merun atau membakar sampah serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
Kewaspadaan dinilai penting karena sebagian besar wilayah Meranti merupakan lahan gambut yang banyak dimanfaatkan untuk perkebunan sagu, kelapa dan karet. Kondisi tersebut membuat kebakaran lebih sulit ditangani apabila sudah meluas.
"96% lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti kita ini adalah lahan gambut dengan komoditi utama adalah perkebunan sagu, kelapa dan karet yang merupakan komoditi perkebunan dan lahan yang susah dipadamkan saat terjadi kebakaran lahan," jelasnya.
Selain Karhutla, Gede mengajak masyarakat menjaga persatuan selama tahapan Pilkades. Ia meminta perbedaan pilihan tidak berubah menjadi konflik.
"Untuk wilayah yang melaksanakan Pilkades, kami juga mengingatkan agar seluruh masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap aman. Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan," kata Gede.
"Kami mengajak semua pihak menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik. Pilkades harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya," ujarnya.
Dalam rangka Jumat Berkah, Kapolres bersama jajaran juga makan bersama warga dan tokoh masyarakat. Ratusan kotak makanan dan air minum dibagikan kepada jemaah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sarana kontak dan tali asih kepada pengurus Masjid Jami' Al Muawanah.
Gede menegaskan, kepolisian akan terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan.
"Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Kami ingin personel juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, menyampaikan imbauan dan bersama-sama mencegah potensi gangguan sejak dini," ujarnya.
Kegiatan Jumat Keliling dan Jumat Berkah berakhir sekitar pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Polres Kepulauan Meranti mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah Karhutla serta menciptakan Pilkades yang aman dan damai.
Masyarakat juga diimbau tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan Kamtibmas di lingkungan sekitar. **
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar