Mabes TNI Beri Edukasi Pencegahan Karhutla kepada Petani di Desa Tanjung Peranap Meranti
MERANTI – Tim Sosialisasi dan Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI kembali memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, sosialisasi menyasar masyarakat Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang merupakan hari keenam pelaksanaan sosialisasi di wilayah Kodim 0303/Bengkalis tersebut berlangsung di Kantor Desa Tanjung Peranap dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, petani, Linmas serta personel Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi.
Tim Mabes TNI yang hadir terdiri dari Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi.
Kedatangan tim disambut perwakilan Pemerintah Desa Tanjung Peranap, BPD Ali Amran, Kasi Trantib Junisnaidi, S.Sos., Kasi Kesosbud Apriadi, S.Ap., M.Si., serta Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Sertu Amsyaya.D, Sertu Muslim dan Serda Muherli.
Dalam sambutannya, Ali Amran menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Mabes TNI yang memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan serta penanggulangan Karhutla kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani, agar semakin memahami bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan maupun perekonomian.
Ia juga mengimbau masyarakat Desa Tanjung Peranap agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
"Masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau kebakaran lahan kepada aparat terkait," ujarnya.
Sementara itu, Mayor Ckm Subekan menjelaskan bahwa Karhutla merupakan persoalan yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat hingga perekonomian.
Ia mengingatkan bahwa sebagian wilayah Kepulauan Meranti memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar. Ketika kebakaran terjadi, api dapat sulit dipadamkan dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
"Jangan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar. Api dapat dengan mudah menjalar, terutama saat kondisi cuaca panas, kering dan angin kencang," jelasnya.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lahan, membuat sekat bakar apabila diperlukan serta memastikan tidak terdapat sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.
Apabila ditemukan titik api atau indikasi Karhutla, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun petugas pemadam kebakaran agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Mayor Ckm Subekan turut menekankan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla.
"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan demi kesehatan dan keselamatan masyarakat," pesannya.
Sosialisasi selesai sekitar pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan istirahat serta makan siang di Kantor Desa Tanjung Peranap. Selanjutnya, Tim Mabes TNI bergerak menuju Hotel Purnama di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.25 WIB dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya para petani, semakin meningkat dalam mencegah Karhutla serta menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 082387131915
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan RiauTime.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan


Tulis Komentar